Lezatkan Makanan, Inilah Bahan makanan Pengganti Garam

Kapanpun.com – Garam merupakan salah satu bumbu yang harus berada di dapur. Bumbu dapur satu ini memberi peran penting untuk makanan karena tanpa garam, masakan tersebut tidak memiliki rasa atau hambar.

Garam menjadi sumber terbaik untuk memenuhi kebutuhan natrium, Tapi jika dikonsumsi secara berlebihan maka hal tersebut akan menyebabkan hipertensi dan bisa berujung pada serangan jantung dan stroke.

Bahan makanan pengganti garam

Dalam sehari dianjurkan mengkonsumsi garam hanya satu sendok teh atau 2300 mg. Sedangkan bagi penderita penyakit hipertensi, ginjal dan diabetes, asupan garam yang dianjurkan setiap hari hanyalah 1500 mg.

Baca juga : Inilah 6 Makanan Sehat Cegah Osteoporosis

Para Dokter dan ahli gizi kerap menyarankan untuk menghindari penggunaan garam demi kesehatan. Untuk mengurangi konsumsi garam tersebut, ada baiknya jika Anda menggantinya dengan bahan makanan lain yang lebih sehat.

Berikut ini adalah beberapa bahan makanan pengganti garam :

Air jeruk lemon

Air jeruk lemon memiliki kelebihan khusus sebagai bumbu makanan, kandungan asam sitrat dalam jeruk lemon dapat memecah minyak dan lemak dan memberikan kesegaran pada makanan.

Lada hitam

Lada hitam mengandung antioksidan yang membantu tubuh menghilangkan radikal bebas berbahaya. Selain itu lada hitam juga memiliki aroma dan rasa yang kua pada masakan. Menurut sebuah penelitian University of Michigan Cancer Center, lada hitam ditemukan dapat mencegah perkembangan sel kanker.

Bawang merah dan bawang putih

Bumbu dapur ini sudah sangat familiar digunakan pada setiap masakan. bawang merah dan bawang putih, masing-masing dapat menambahkan rasa gurih pada masakan anda.

Daun kemangi

Daun kemangi biasanya dijadikan sebagai lalapan. Daun kemangi bisa menggantikan garam dalam masakan karena daun ini memiliki aroma dan rasa yang khas . Daun kemangi juga mengandung vitamin A yang baik untuk kesehatan mata.

Lezatkan Makanan, Inilah Bahan makanan Pengganti Garam | ainun nadhifah | 4.5
DMCA.com Protection Status