Almanak, Kalender Aceh 2016 versi Digital

Kapanpun.com – Kalender Aceh 2016 hadir dalam bentuk aplikasi android. Kalender ini dikembangkan oleh komunitas Masyarakat Informasi Teknologi (MIT) Aceh. Kalender Aceh  dalam bentuk aplikasi andorid ini diberi nama Almanak Aceh 2016. Almanak Aceh telah diluncurkan secara resmi oleh Lembaga Wali Nanggroe Aceh, di Bandaaceh.

Direktur Eksekutif MIT Aceh, Teuku Farhan mengatakan Aplikasi Almanak Aceh 2016 mendapat sambutan positif dari netizen, hal ini terlihat dari jumlah download lebih dari 500 kali, dengan rating 4.8 dari 5, dan berbagai tanggapan positif yang diberikan oleh netizen.

Almanak, Kalender Aceh 2016 versi Digital

Kalender Aceh ini pertama kali disusun oleh Haekal Afifa, Ketua Institut Peradaban Aceh (IPA) yang juga aktivis kebudayaan. Setelah diluncurkan secara resmi di Banda Aceh pada 14 Oktober 2015 atau bertepatan dengan 1 Muharram 1437 Hijriah, kalender ini kemudian dikembangkan dalam versi digital. Proses pengembangan aplikasi yang dilakukan secara sukarela.

Baca juga : Deretan Smartphone Keren di Ajang Ces 2016

Dikembangkannya kalender dalam bentuk digital ini bertujuan untuk kemajuan peradaban Aceh yang sudah memasuki era digitalisasi. Peminat almanak Aceh yang tidak mendapatkan kalender fisik, bisa mendapatkan versi digital dengan cara meng-install aplikasi ini di Android Playstore dengan kata kunci “Kalender Almanak Aceh”, dan klik Install.

Almanak Aceh yang disusun oleh Haekal Afifa, Ketua Institut Peradaban Aceh tersebut, sebagai upaya untuk membangkitkan kembali instrumen peradaban Aceh,  khususnya kalender yang sudah mulai dilupakan.

Kalender Aceh dikembangkan sebagai upaya untuk mendukung karya-karya warisan perabadan dengan cara digitalisasi dalam bentuk media modern yang positif serta bermanfaat untuk generasi muda Aceh saat ini, sehingga banyak konsep-konsep peradaban bisa dikembangkan melalui internet, ujar, Teuku Farhan.

Kalender Aceh yang telah ada sejak zaman Kerajaan Islam Samudera Pasai penanggalannya didasarkan pada perputaran bulan, bukan matahari seperti kalender Masehi. Penanggalannya merujuk pada penanggalan Hijriah, sejarah serta momentum penting dalam Islam.

Alamak digital bulan dan penanggalannya ditulis dalam bahasa Aceh. Kalender ini berisi 12 bulan, Bulan pertama kalender Aceh adalah Asan-Usen, kemudian Sapha (Safar), Beuluen Molot atau Mulot Phon bertepatan dengan Rabiul Awal, bulan yang identik dengan tradisi maulid.

Selanjutnya bulan Adoe Mulot/Mulot Teungoh (Rabiul Akhir), Mulot Seuneulheuh/Madika Phon (Jumadil Awal), Khanduri Boh Kayee atau bulan kenduri buah-buahan (Jumadil Akhir), Khanduri Apam (Rajab), bulan dengan tradisi kenduri apam, penganan sejenis surabi.

Bulan delapan dikenal dengan nama Khanduri Bu (Sya’ban), disusul Puasa (Ramadhan), Uroe Raya (Syawal), Meuapet/Meurapet (Dzulqaidah) dan Haji (Dzulhijjah).

Sedangkan untuk nama-nama harinya yaitu Seulanyan (Senin), Seulasa (Selasa), Rabu, Hameh (Kamis), Djeum’at (Jumat), Sabtu dan Aleuhad (Minggu).

Keunikan dari kalender Aceh ini adalah memiliki penanggalan keuneunong kondisi musiman dalam 12 bulan. Tanggal keuneunong ini menjadi pedoman bagi masyarakat Aceh secara turun tumurun untuk turun ke sawah, berkebun, menggelar tradisi dan lainnya.

Almanak, Kalender Aceh 2016 versi Digital | ainun nadhifah | 4.5
DMCA.com Protection Status